Ah,engkau memang pandai menyulam kata
menjadi hamparan indah permaidani harap
tidak terkota lalu lusuh kotor penuh debu
dipijak dusta berlapis dusta.
Ah, aku memang bodoh membina mahligai mimpi
berhias permaidani harap seorang engkau.
Kuambil permaidani harap lalu kusapu
debu-debu dusta berlapis dusta
kutetas kata-kata indahmu lalu kusemat dijiwa
kuasingkan nama dan tandatanganmu dari kata suci
lalu dibingkaikan dan disimpan di arkib.
Jiwaku mengunci kata suci
tidak lagi kupeluk batang tubuhmu yang hanya wangi
tatkala menabur kata harap tapi busuk
bila kata perlu dikota.
-mudin001-
17 Mei 2009
No comments:
Post a Comment