1. Kunyalakan Kandil
Kunyalakan kandil
buat menerangi kamarku ini
lalu kugantung potretmu,di tiap sudut hatiku
yang resah menunggu,sinar cahaya-Mu Rabbi
kau pun tersenyum,melihatku rebah tersungkur
menongkah arus,ombak dan gelombang
diriku yang tidak mengerti kewujudan diri yang hakiki
lalu kau holorkan tanganmu,memimpinku meniti titian ini
selurus siratalmustaqim.
Kunyalakan kandil
buat menatap potret-Mu
lalu aku pun rindu dan asyik,menyanyikan lagu penyair malam
melafazkan doa zikir dan tahmid
beristighfar dan bertafakkur menunggu,hadirmu bertahta dihatiku
sebagaimana kau telah bertahta,di tiap sudut hati para Nabi
kau hidup di hati para syuhada,para malaikat muqarrabin
kau pancarkan sinar cahaya-Mu yang syahdu,di lubuk hati para sufi
menambat kerinduan para wali
yang tidak akan berpaling lagi,dari menghadap-Mu Ilahi.
Kunyalakan kandil,di kamar hatiku ini
buat menyelongkar jalan kembali,ke taman firdausi.
Yajuk
Air panas
pengkalan hulu
22hb.dec.1986
• SAJAK
> 2008
> Ku nyalakan Kandil disumbangkan pada Selasa, 15 Januari 2008
9:29:35 AM • Kali terakhir diubah pada Selasa, 15 Januari 2008 9:29:35 AM
oleh yajuk
No comments:
Post a Comment