Ada orang meraung melolong-lolong
melihat kita berlari meniti ombak
ada orang menggeletar menggigil-gigil
melihat kita mendaki gelombang
sedang kita tak nampak apa-apa
tak merasa apa-apa
kerna kitalah ombak
kitalah gelombang.
Ada ombak menerjah merobek pantai
dan iman adakah mencair?
bagai salji menebal di dingin malam
dan menipis dipanggang mentari tengahari.
Ada gelombang menghempas ubun-ubun kepala
taqwa meletup bagai gunung karakatao
memuntahkan lumpur merah
dan layang-layang terbang tanpa talinya.
Ombak dan gelombang itu
juga adalah laut
seperti jiwa yang berbunga bahagia
dan hati menderita pedih disiat sembilu
adalah hati yang masih bermimpi
lalu ada derita mengiringi
bila mimpi disambar petir.
Biar kita meniti ombak
biar kita mendaki gelombang
kerna ia juga adalah kita yang terasing
dan akan menghilang bisa perihnya
bila kita mensebatikan diri
menjadi laut yang tak mengerti
adanya ombak adanya gelombang.
Yajuk
Bukit Jering
14052007
• SAJAK > 2008 > Meniti Ombak Mendaki Gelombang
disumbangkan pada Jumaat, 16 Mei 2008 9:28:48 AM • Kali terakhir diubah pada
Jumaat, 16 Mei 2008 9:28:48 AM oleh yajuk
No comments:
Post a Comment