Seberkas surat cinta
masih harum baunya
melekat di lipatan
helai-helai manisnya senyuman
meski telah diposkan
ke dalam peti kenangan.
Seberkas surat cinta
masih basah dengan airmata
melekat di tiap lapaz yang terpadam
tanpa kepastian dan terpendam
merungkai simpulan mati di hati
yang resah menanti.
Seberkas surat cinta
masih pekat dengan rindu
menerjah langit pilu
tanpa mahu mengerti
ada ombak ganas menanti
menggulung sepi di laut luas.
Seberkas surat cinta
masih merah dengan darah
bila hati tersiat sembilu
lalu kaki memijak takdir
reda retak menjadi debu
dan melayanglah layang-layang tanpa talinya.
Seberkas surat cinta
adalah hati yang mati
hidup kembali
bersama nur Ilahi.
Yajuk
Bukit jering
11hb.april.2008
• SAJAK > 2008 > Seberkas Surat Cinta disumbangkan
pada Selasa, 15 April 2008 4:48:51 PM • Kali terakhir diubah pada Selasa, 15
April 2008 4:48:51 PM oleh yajuk
No comments:
Post a Comment